Mengenal Istighfar

Baca Juga

Bismillaahirrohmaanirrohiim


Istighfar terambil dari kata istaghfaro yastaghfiru istighfaaron yang artinya memohon ampun. Kata dasarnya adalah ghufron atau ampunan. Dalam gramatika bahasa Arab jika kata dasar disisipkan prefiks ista maka kata jadiannya menjadi meminta atau memohon, seperti istikhoroh artinya meminta petunjuk, istighotsah artinya memohon pertolongan atau istisyqo artinya memohon diturunkan hujan.

Mengenal Istighfar

Kalimat Istighfar secara umum dibagi menjadi empat, yaitu istighfar syakhsyiyyah, istighfar lit-ta’zhiim, sayyidul istighfar dan ummul istighfar. Apa perbedaan masing-masing istilah itighfar dan ditempatkan di mana dan dalam kondisi apa? mari kita ikuti penjelasan singkat berikut ini:

Yang pertama Istighfar Syakhsyiyyah, yaitu istighfar yaitu istighfar atau permohonan ampun kepada Alloh yang sifatnya pribadi antara kita yang memohon ampun kepada Alloh. Istighfar syaksyiyyah ini hanya menggunakan dua frasa yaitu astaghfiru dan Alloh atau astaghfirulloh اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ. Istighfar syaksyiyyah dibaca 3x setelah sholat fardlu selesai ditunaikan, karena pada saat sholat dilakukan kita masih tetap saja berbuat kesalahan, apakah itu gerakan anggota badan, bacaan, pikiran yang menerawang dan hati yang selalu jauh dari Alloh, padahal kita sedang menunaikan kewajiban pribadi.

Yang kedua Istighfar Lit-ta’zhiim yang bunyinya اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ artinya Aku memohon ampun kepada Aloh yang Maha Agung. Kalimat istighfar ini adalah kalimat istighfar yang dianjurkan oleh Rosulullih SAW untuk dibaca minimal 70 x dalam satu hari 24 jam, biasanya menjadi bagian dari rangkaian wirid menunggu sholat isya atau pada saat seseorang menunaikan sholat di sepertiga malam akhir. Kita membacanya sembari menghayati dan mengingat dosa-dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat sembari memohon agar Alloh mengampuni dosa dan kesalahan tersebut.

Yang ketiga, Sayyidul Istighfar, atau Rajanya Istighfar, yang bunyinya

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ,

yang artinya : Ya Allah, Engkaulah Rabbku tiada tuhan yang layak disembah melainkan Engkau. Engkau telah menciptakan aku dan aku adalah hambaMu. Dan aku tetap di atas perjanjian dan taat setia terhadapMu dengan segala kemampuanku. Aku berlindung denganMu daripada kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui segala nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosa yang aku lakukan, oleh itu ampunilah dosaku. Sesungguhnya tiada yang dapat mengampunkan dosa melainkan Engkau. (HR Bukhary 5831)

Sayyidul istighfar ini paling tepat dibaca ketika memulai berdo’a setelah sholat fardlu, dan setelahnya barulah kita membaca do’a untuk orang tua tercinta baik yang masih hidup atau yang sudah meninggalkan kita, dan dilajutkan dengan mengucapkan do’a-do’a lainnya yang kemudian pada akhirnya ditutup dengan do’a robbanaa aatinaa fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaabannaar.

Yang terakhir adalah Ummul Istighfar yang ditulis

أَسْتَغْفِرُ اللهَ َالَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ“


Yang artinya: Aku memohon ampun kepada Allâh Yang tidak ada Tuhan (Yang berhak disembah) selain Dia Yang Maha Hidup Lagi Maha berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya”

Ummul istighfar biasanya dibaca dalam satu paket rangkaian wirid setelah do’a bada sholat ditunaikan. Ummul istighfar menjadi pembuka wirid atau rangkaian do’a lainnya ketika kita menunggu sholat isya, sehingga waktu yang ada bisa padat terisi dengan selalu ingat kepada Alloh.

Semoga bermanfaat

Bandung, 10 Juni 2018
© Madyo Sasongko


EmoticonEmoticon